Book By Johnson Alvonco

7 Kebiasaan Efektif Profesional

7 Kebiasaan Efektif Profesional

Manfaat Training :

  • Memahami, mengenali potensi diri dan bisa fokus pada kehidupan dan prinsip hidup untuk menerapkan gagasan batin dan perilaku, sehingga menghasilkan integritas pribadi sekaligus menjadi bagian dari masyarakat baik itu di perusahaan maupun di lingkungannya

Materi :

Pengantar

TUJUH (7) KEBIASAAN MANUSIA YANG SANGAT EFEKTIF

Kebiasaan 1 : Jadilah Proaktif

Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas – dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam Ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.

Kebiasaan 2 : Merujuk pada Tujuan Akhir

Segalanya diciptakan dua kali – pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataaan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.

Kebiasaan 3 : Dahulukan yang Utama

Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.

Kebiasaan 4 : Berpikir Menang/Menang

Berpikir menang/menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berpikir menang/menang adalah didasarkan pada kelimpahan – “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah – ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang/menang artinya tidak berpikir egois (menang/kalah) atau berpikir seperti martir (kalah/menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung – dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang/menang artinya berbagi informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.

Kebiasaan 5 : Berusaha untuk Memahami Terlebih dulu, Baru Dipahami

Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.

Kebiasaan 6 : Wujudkan Sinergi

Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga – bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 ½), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).

Kebiasaan 7 : Mengasah Gergaji

Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita utnuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, Kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.

Rekening Bank Emosional

Rekening Bank Emosional mencerminkan tingkat kepercayaan dalam suatu hubungan. Seperti rekening keuangan di Bank, kita memasukkan simpanan ke atau melakukan penarikan dari rekening ini. Perbuatan-perbuatan seperti berusaha untuk memahami terlebih dulu, sikap murah hati, menepati janji, dan bersikap setia walaupun orang yang bersangkutan tidak hadir, meningkatkan saldo kepercayaan. Tidak murah hati, melanggar janji, dan bergosip tentang seseorang yang tidak hadir, mengurangi atau bahkan menghapuskan kepercayaan dalam suatu hubungan.

Paradigma

Paradigma adalah cara masing-masing orang memandang dunia, yang belum tentu cocok dengan kenyataan. Paradigma adalah petanya, bukan wilayahnya. Paradigma adalah lensa kita, lewat mana kita lihat segalanya, yang terbentuk oleh cara kita dibesarkan, pengalaman, serta pilihan-pilihan kita selama ini.

Potensi yang Dikembangkan:

Kebiasaan 1. Jadilah Proaktif

  • Fokus pada apa yang dapat dipengaruhi.
  • Bertanggungjawab dan memiliki akuntabilitas.

Kebiasaan 2. Mulai dengan Tujuan Akhir

  • Menyelaraskan prioritas terhadap sasaran
  • Fokus pada hasil yang diinginkan.

Kebiasaan 3. Dahulukan yang Utama

  • Fokus pada pencapaian yang luar biasa, bukan sekadar baik.
  • Menggunakan manajemen waktu yang efektif.

Kebiasaan 4. Berpikir Menang-Menang

  • Memanfaatkan bantuan pihak lain untuk mencapai hasil yang lebih baik.
  • Memandang proyek dari sudut pandangan orang lain.

Kebiasaan 5. Berusaha Mengerti Dahulu, Baru Dimengerti

  • Mempelajari dan menerapkan Mendengarkan Secara Empatik.
  • Belajar cara memberikan umpan balik yang produktif.

Kebiasaan 6. Wujudkan Sinergi

  • Mencari dan menghargai perbedaan.
  • Bersinergi untuk mendapatkan alternatif baru yang lebih baik.

Kebiasaan 7. Asahlah Gergaji

  • Mencapai keseimbangan hidup.
  • Membuat rencana penigkatakan kualitas profesi

Target Peserta :

Level Supervisor, Manager dari seluruh departemen serta semua peserta yang menginginkan perbaikan dalam hidup dan kehidupannya

Pembicara / Fasilitator :

  • Johnson Alvonco, Ph.D
  • Ir. Dorry Sonata M.Eng.Sc.,MM. (Alternatif Trainer)

Tanggal Pelaksanaan :

11-12 Oktober 2018 07-08 November 2018

03-04 Desember 2018

Jadwal Public Training 2018 Lengkap

Jam Pelaksanaan :

09.00 – 16.00 WIB

Tempat :
Alternatif Hotel: Ibis Group, Oria, Amos Cozy, The Park Lane, Harris Group, hotel lainnya yang akan kami konfirmasi kemudian

Fee Training (Jakarta):

Rp. 5.750.000,-/ orang

Private Training:

Rp. 8.000.000,-/ orang (PASTI RUNNING)

Fee Training (Luar Kota):

Rp. 7.000.000,-/ orang (kirim 1-5 peserta)

Rp. 6.000.000,-/ orang (kirim diatas 5 peserta)

Inc : Seminar Kit, Certificate, Lunch, Snack, Souvenir

 

INFORMASI

Registrasi, hubungi :

Johnson Indonesia – Training Center

Nur/ Komariah/ Ria/ Nisa

Telp. (021) 541 9152/ 541 7516, Hp: 0815 972 5020

E-mail:

infotraining27@gmail.com

info27@johnson.co.id

Website:

http://www.seminarjohnson.com

http://www.johnson.co.id

DOWNLOAD BROSUR

FORM REGISTRASI

Kode Training

Topik Training

Tanggal Training

Lokasi Training

Tipe Permintaan

Peserta yang didaftarkan

Nama

Jabatan

Metode Pembayaran

Pesan

Enrroled By:

Nama

Email

Nama Perusahaan

Jabatan

Telp Kantor

Fax

No. Hp

Note

Kirim Salinan Form ke Email saya

captcha
Masukkan kode diatas:

Print Friendly, PDF & Email

<

JADWAL FIXED TRAINING
Strategy Marketing Management

Confirm Running
Oktober, 17, 2018

Office Management

Confirm Running
Oktober, 17-18, 2018

General Affairs (GA) Professional

Confirm Running
Oktober, 25-26, 2018

Accounting Best Practice

Confirm Running
Oktober, 29-30, 2018

Training Need Analysis

Confirm Running
November, 05-06, 2018

BANDUNG
Governance, Risk & Compliance (GRC)

Confirm Running
Oktober, 18-19, 2018

Basic Accounting

Confirm Running
Oktober, 22-23 2018

Influance People

Confirm Running
Oktober, 22-23, 2018

Training For The Trainers (TOT)

Confirm Running
November, 05-06, 2018

Selling Skill Metode NLP-Hypnosis-EQ

Confirm Running
Oktober, 17-18, 2018

Supplier Evaluation

Confirm Running
Oktober, 25-26, 2018

Financial Management For Non Finance (FINON)

Confirm Running
Oktober, 22-23, 2018

Cash Flow & Treasury Management

Confirm Running
Oktober, 22-23, 2018

Legal Drafting: Penyusunan Kontrak Bisnis

Confirm Running
Oktober, 25-26, 2018

Insurance Claims Fraud

Confirm Running
Oktober, 29-30, 2018

Financial Auditing For Internal Auditor

Confirm Running
Oktober, 22-23, 2018

Human Recources For Non HR Manager

Confirm Running
Oktober, 27, 2018

Financial Statement Analisis

Confirm Running
Oktober, 17-18, 2018

Credit Analysis For Multifinance Business

Confirm Running
November, 27-28, 2018





VIDEO JOHNSON